IGTC Indo (Premature) Graduates Who Started to Work Earlier

They are IGTC Indo (premature) graduates who started to work earlier. This is their first day come to work in the Industry.

Two-three months before the graduation day, gratefully they have been confirmed recruited by the companies.

Companies save training time as our students are familiar with garment terminologies like you can say: lab-dip, handloom, strike-off, SMV, production time study, shade lot, FOB Costing, or pilot/proto/fitting samples, AQL, 4-point system, wholesaler vs retailer, Compliance, lab-testing or how to treat fabric pre cut for the circular knit, collection per year, fast fashion and so on.
The integrated work flow is there, it’s complexity of the total manufacturing process system which IGTC Indo delivered.

But, we don’t stop learning. International fashion, technologies and market demands which we believe increasing from time to time, require us to deliver more complete and sophisticated ones.

A compact of computerized pattern & design such as CLO is our future consideration to offer the industry.
Who is willing to have it?? You may contact us 👍

www.igtc-indo.or.id
IGTC Indo

The graduates of IGTC Indo, program study MMQ.2020.11, 12

They are the graduates of IGTC Indo, program study MMQ.2020.11, 12.

had studied for 12 months after they graduated from Senior High School from any discipline of majors. All of them were recruited by clothing companies while they were studying in IGTC Indo. Right after their graduation event in IGTC Indo, they went to the area where they were going to work, then.

Right now, some of them are taking for their bachelor and the rest are preparing for the tuition! They are absolutely financially independent! They pay for their life, they pay for the study now. What independent and productive young people are!

MMQ.2020.11, 12 – MMQ program study. Marketing, Merchandising & Quality Assurance





PT Angelina membutuhkan MERCHANDISER untuk produk pakaian anak dengan kriteria sebagai berikut:
–          Pria / Wanita
–          Usia 30-40 tahun
–          Loyalitas dan berdedikasi tingg
–          Jujur dan bertanggung jawab
–          Bisa bekerja sama dalam tim
–          Menguasai cara kerja merchandising dan produksi di garment
–          Memiliki pengalaman sebagai Merchandiser min. 5 tahun
–          Fasih berbahasa Inggris

Deskripsi Pekerjaan:
–          Full Time
–          Melayani permintaan buyer
–          Menfollow-up order dari buyer ke produksi
–          Memastikan pengiriman berjalan lancar sesuai dengan delivery time yang ditentukan
 
Apabila berminat, dapat mengirimkan lamaran dan CV ke:
Email: angelina_kartika@yahoo.com
Alamat: Jalan Raya Sukabumi Km.18 No.421, Pasir Muncang, Caringin, Bogor 16730
Phone: 02518220888
Assessment Test of Candidate IGTC-Indo Period 2022/2023 – March 2022



IGTC-indo.or.id – Assessment test of candidate IGTC-Indo period 2022/2023 has been
started since March 2022. All candidates who want to join IGTC-Indo can visit our training
centre at Tanah Sareal, Bogor, West Java, for the assessment with health protocol.


Having study in IGTC Indo is the beneficious education investment. Why? If your study
performance in IGTC Indo is satisfying, the job placement would be the most benefit you.
For the IGTC Indo graduates, most of companies cooperate with IGTC Indo, gives good
starting offers amount. In amount, break event point investment reach into starting from six
months post graduate & working at immediate time. Thus, our graduates would be in mid-
level management position in most of the companies.

Tips Membuat CV Untuk Fresh Graduate dan Berpengalaman

CV atau Curriculum Vitae merupakan jenis dokumen yang menjadi salah satu persyaratan saat melamar kerja. Recruiter akan mengecek CV yang dikirimkan oleh para pelamar terlebih dahulu sebelum tahap selanjutnya, yakni interview.

Membuat CV agar menarik dan dilirik oleh HRD adalah tantangan tersendiri. Karena setiap hari recruiter menerima banyak CV untuk di-review sehingga terkadang mereka tidak membaca CV dan hanya melakukan scanning.

Bahkan tim HRD terkadang hanya butuh waktu kurang dari 10 detik untuk membaca CV. Jika dalam waktu tersebut ternyata CV yang dikirimkan tidak sesuai kualifikasi, maka biasanya tidak akan dilanjutkan untuk tahap berikutnya. Itulah mengapa penting untuk membuat CV yang menarik dan sesuai dengan kualifikasi yang tepat.

Tips Membuat CV

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat membuat CV agar mudah dilirik oleh recruiter. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Tuliskan Deskripsi yang Spesifik

Pastikan kamu memahami apa saja job description yang dibutuhkan dalam lowongan yang ingin dilamar. Ini penting karena menjadi dasar untuk menuliskan deskripsi agar lebih spesifik. Jangan hanya menuliskan informasi secara umum dan normatif.

Lebih lengkapnya bisa ditambahkan dengan minat kerja atau tujuan karir yang akan dilamar. Sesuaikan dengan lowongan yang dibuka dan sebutkan kemampuan yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan.

Contoh:

  • Fresh Graduate: “I am a motivated commercial accountant with specialist expertise in forecasting, business-case evaluations and performance monitoring. A strategic and agile thinker known for driving change by tackling ambiguous problems and effectively communication solutions.
  • Experienced: “I am an experienced marketing for almost 10 years and understand digital marketing well. A strategic, detailed work, and analytic thinker for driving new change in finding ideas for content of marketing in social media or websites.”

Menulis deskripsi cukup singkat saja dan tidak perlu terlalu panjang. Harus to the point sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilamar. Meskipun kamu memiliki banyak kemampuan atau skill, tulis salah satu atau beberapa yang paling relevan. Simple, namun semua informasi harus relevan dengan lamaran yang dituju.

Bagi yang masih bingung bagaimana cara membuat deskripsi singkat di CV, maka bisa coba dengan mengecek terlebih dahulu lowongan yang akan dilamar. Lihat skill penting yang disebutkan dalam persyaratan. Hubungkan skill tersebut dengan bagian deskripsi. Bagi fresh graduate, bisa dengan highlight kemampuan dan aktivitas selama kuliah.

2. Lampirkan Identitas Diri Secukupnya

Tidak semua informasi tentang biodata dan identitas diri harus ditulis semua dalam CV. Cukup tulis identitas seperlunya. Contohnya seperti kota tempat tinggal, nama lengkap dan title, alamat email, tanggal lahir, dan nomor telepon.

Tidak perlu menuliskan informasi seperti alamat super lengkap, status, agama, dan nomor KTP karena khawatir identitas tersebut bisa disalahgunakan. Tuliskan identitas dengan simpel yang sekiranya cukup dibutuhkan oleh recruiter untuk melakukan scanning.

3. Menulis Informasi Pendidikan dan Pengalaman Kerja

Tidak perlu menuliskan informasi pendidikan mulai dari TK/SD hingga pendidikan terakhir. Cukup 2 – 3 pendidikan terakhir yang dicantumkan. Bagian pendidikan sebaiknya dilengkapi dengan project yang pernah dilakukan sewaktu sekolah atau kuliah.

Informasi ini penting bagi recruiter untuk mengetahui hard skill dan soft skill apa saja yang kamu miliki. Contoh untuk kandidat yang ingin melamar bagian desain, maka bisa ditulis salah satu tugas saat kerja kelompok di sekolah yakni membuat logo brand.

Jelaskan dengan detail dan rinci terkait tugas tersebut seperti “bertanggung jawab terhadap penentuan ide dan inovasi dalam pembuatan logo”. Kamu juga bisa menuliskan pengalaman organisasi yang bisa ditulis menjadi leadership experience.

Tunjukkan kontribusi apa saja yang pernah dilakukan untuk organisasi tersebut secara kualitas dan kuantitas. Contohnya kamu pernah menjadi ketua OSIS, maka bisa ditulis “bertanggung jawab penuh terhadap seluruh aspek kegiatan yang telah dirancang dalam program kerja OSIS.”

Bagi yang sudah berpengalaman kerja, tentu bisa lebih mudah lagi untuk menuliskan deskripsi pekerjaan apa saja yang pernah dilakukan sebelumnya. Awali deskripsi pekerjaan tersebut dengan action verb atau kata kerja aktivitas.

Jangan lupa untuk menggambarkan hasil kerja yang terukur secara kuantitas dan kualitas. Contohnya seperti mencantumkan kalimat “bertanggung jawab membuat desain logo perusahaan hingga mendapatkan persetujuan untuk ditampilkan di media sosial dan website.”

4. Tunjukkan Skill yang Dimiliki

Pada bagian CV, jangan lupa untuk menuliskan skill atau kemampuan apa saja yang dimiliki. Tunjukkan parameter seberapa tinggi level kemampuan kamu dalam bidang tersebut. Contohnya Microsoft Office 90%, desain grafis 80%, communication skill 80%, dan lainnya.

Tuliskan skill atau kemampuan yang relevan dengan bidang yang kamu lamar. Tambahkan informasi tentang technical skill tersebut dengan jelas deskripsinya. Selain parameter, bisa juga ditambahkan awards/penghargaan, volunteering, dan lainnya.

5. Perhatikan Tata Letak dan Desain CV

Tata letak dan desain CV juga penting untuk diperhatikan karena bisa menjadi pertimbangan lain bagi HRD dalam menentukan pilihan kandidat. CV yang bagus adalah yang detail dan bisa memberikan informasi spesifik sesuai kebutuhan.

Jangan percaya dengan mitos bahwa CV yang bagus itu hanya satu halaman. Panjangnya sebenarnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Jika pengalaman kerjanya sudah banyak tentu deskripsinya akan semakin banyak dan tidak cukup satu halaman saja.

Bagi yang belum memiliki pengalaman atau fresh graduate, maka maksimal adalah 2 halaman agar tidak kemana-mana dalam mencantumkan informasi di CV. Meskipun tidak ada batasan berapa jumlah halaman yang ideal, tetapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang penting cukup dan relevan dengan lamaran yang dituju.

Gunakan font formal dan jangan samakan dengan font yang biasa untuk mendesain spanduk, poster, undangan, dan sejenisnya. CV yang bagus sebaiknya juga jangan menggunakan warna-warni yang terlalu mencolok apalagi jika terlalu banyak grafis.

Tuliskan pengalaman dan informasi dengan jelas dan tidak boleh asal-asalan. Kamu bisa membuat CV menggunakan aplikasi seperti Canva agar lebih mudah. Di dalam aplikasi ini sudah tersedia berbagai contoh template yang bisa kamu tiru sesuai kebutuhan.

Selain itu, penting untuk menulis CV dengan menggunakan kata kunci atau keyword sesuai dengan posisi yang dilamar. Ingat, bahwa CV harus ditulis secara spesifik dan dirinci dengan jelas. Karena recruiter membutuhkan informasi yang lengkap agar bisa menjadi pertimbangan apakah sudah sesuai atau belum dengan kebutuhan perusahaan.

Bagi yang belum memiliki pengalaman kerja tak perlu khawatir, karena tetap bisa menuliskan informasi dengan jelas dari apa yang pernah dikerjakan saat sekolah. Mulai dari tugas hingga pengalaman organisasi.

Mengikuti tips membuat CV yang bagus pada dasarnya adalah sebagai upaya untuk meningkatkan peluang agar dilirik oleh recruiter. Nah, buat kamu yang bingung ingin kerja di mana, klik di sini untuk cari tahu sekolah yang langsung menyalurkan lulusannya mendapatkan pekerjaan dengan posisi minimal middle management. -dev

Educational Partnership between IGTC-Indo and Gemini CAD Systems – a Lectra company

“IGTC-Indo collaborates with our educational partners to support the development of our students by providing the right technology that will enable them to shape the upcoming of the fashion industry. Our long-lasting partner Gemini, included our institution in GAIN (Gemini Academic Initiative), the Educational Program of the company.

Through this program we can offer access to commercial grade CAD software and cloud services for our MMQ students and teachers.

Each student and teacher gets free access to Gemini software technology, by receiving an individual account on Gemini’s educational online platform and individual licenses that can be used both in the school lab and on the home computer, being available 24/7. We are able now to reproduce real manufacturing processes in the school labs, such as: pattern design and modelling, automated marker creation, digitizing physical samples and have an automated workflow for product development.

The students can directly applicate the theory by themselves. The interface is very friendly, and the students are more effective and efficient in learning the complete workflow for product development.

It’s very important for them to be able to access international-level software, that is being used for commercial purposes all around the world, to increase their employability after they finish our courses.

We express our gratitude with an honest thank you very much to the Gemini team for its support. We are looking forward to continuing our collaboration with Gemini and wish our students a lot of success!”

English Short Course Program

English is the first main language in international communication. So, having good skill in this global era is very important especially for you who are interest working overseas and communicate with foreigners. IGTC-Indo is one of the institution help the students who are willing to get the career easier and earlier in middle management level.

English is one of the main subjects that must be mastered by all the students. it helps to gain more career in international garment industry, to communicate will all partners overseas, and foreigner.

We are open English short course program to help you improve English skill both written and spoken. It is available in two 3 months program and 6 months program starting on April 2022. Let’s join with us and be fluently in speaking or writing English.

This English short course program is kind of preparation to improve prospective students’ skill before join IGTC.

IGTC has high standard that the candidate must having English skill before join to this training centre. It helps much in studying, so they can understand easily the learning process in class.

English is the main important skill that students must have before they work in garment industry. They have to meet buyer, supplier, manager, and some foreign people who are working in this industry.

Tips Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional pertama di dunia. Menguasai bahasa asing satu ini sangatlah penting karena bisa membantu menunjang karir di profesi khususnya untuk perusahaan yang berhubungan dengan negara asing. Bagaimana tips meningkatkan kemampuan bahasa Inggris?

Kemampuan bahasa Inggris yang baik tidak hanya dibutuhkan untuk dunia kerja saja, namun akan sangat membantu ketika nantinya kamu bepergian ke luar negeri. Namun, untuk bisa menguasai bahasa ini dengan lancar tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses dan kerja keras agar bisa fasih berbahasa Inggris.

Tips Agar Lancar Berbahasa Inggris

Agar fasih dan lancar dalam bahasa Inggris tentu membutuhkan proses dan pembiasaan menggunakan bahasa ini. Untuk tahap awal sebagai pemula, ada beberapa cara yang bisa diikuti. Berikut beberapa di antaranya:

1. Menonton Film dan Mendengarkan Radio/Podcast Berbahasa Inggris

Mengasah keterampilan bahasa Inggris salah satunya bisa dengan menonton film yang menggunakan bahasa ini. Pilih film yang ada terjemahan atau subtitle sebagai tahap belajar. Kamu bisa menggunakan subtitle bahasa Indonesia terlebih dahulu untuk memahami kosakata yang diucapkan tokoh dan arti yang diterjemahkan.

Jika sudah terbiasa, maka tingkatkan kemampuan lagi dengan cara menonton film menggunakan subtitle bahasa Inggris. Sehingga kamu bisa tahu bagaimana cara pengucapan serta tulisan yang benar pada setiap kosakata yang diucapkan.

Semakin terbiasa menonton film berbahasa Inggris, maka kamu akan sering mendengar kosakata baru berikut artinya. Jika sudah semakin fasih, maka coba untuk menonton film bahasa asing tanpa menggunakan subtitle.

Begitupun saat mendengarkan radio atau podcast. Memang kamu tidak bisa melihat subtitle secara langsung karena media yang digunakan hanya bisa didengarkan. Namun, tips ini cukup efektif untuk menambah kosakata baru dalam bahasa Inggris.

2. Mendengarkan Musik

Hampir semua orang menyukai musik apalagi yang easy listening. Kamu bisa membiasakan diri mendengarkan lagu atau musik bahasa Inggris karena tentu akan lebih dihafal dengan nada dan irama yang mengasyikkan. Cara ini juga efektif untuk menambah kosakata baru.

Apalagi saat ini media untuk mendengarkan musik tidak hanya terbatas pada kaset dan CD sehingga kamu bisa mendengarkannya di mana saja. Mulai dari radio, playlist di smartphone, aplikasi lagu seperti Joox dan Spotify, hingga backsound viral yang sering dijadikan konten di media sosial.

Mendengarkan musik akan membantu kamu untuk menambah perbendaharaan kata. Semakin banyak jumlah kosakata yang dipahami, maka akan semakin memudahkan kamu untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Terbiasa mendengarkan kosakata yang ada di dalam musik akan membuat kamu juga terbiasa mengucapkannya dengan pelafalan yang benar. Karena dalam bahasa Inggris, pelafalan atau yang biasa disebut pronunciation seringkali berbeda dengan tulisannya.

3. Berbicara dengan Bahasa Inggris Setiap Saat

Ada ungkapan dalam bahasa Inggris “practice makes perfect” yang artinya semakin sering berlatih maka akan semakin sempurna hasilnya. Begitupun dengan bahasa Inggris, jika kamu ingin lancar dan fasih, maka harus sering berbicara dengan menggunakan bahasa ini setiap hari.

Karena bahasa Inggris bukan sekedar teori untuk dihafal, namun juga harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Ajak teman atau guru untuk ngobrol dan berbicara dalam bahasa Inggris setidaknya 30 menit dalam sehari.

Tujuannya adalah agar terjalin komunikasi dua arah sehingga masing-masing bisa saling mengoreksi jika ada kesalahan yang ditemukan dalam percakapan. Selain itu, jumlah kosakata juga akan lebih mudah berkembang karena saat berbicara dan lupa dengan kata dalam bahasa Inggrisnya, maka kamu butuh kamus untuk mencari tahu arti kata tersebut dalam bhaasa Inggris.

4. Membaca Buku dan Artikel Berbahasa Inggris

Setiap hari biasakan untuk membaca buku dan artikel berbahasa Inggris. Selain menambah wawasan, pengetahuan, dan berita baru dari luar negeri, kamu juga bisa menambah kosakata dengan lebih mudah. Apalagi di era digital seperti saat ini tidak sulit untuk menemukan literature dengan bahasa ini.

Jika ada kosakata asing yang baru didengar, maka bisa menuliskannya untuk dihafal. Kebiasaan ini juga akan membantu kamu untuk mengasah kemampuan reading dan bagaimana memahami penulisan kalimat dalam bahasa Inggris.

5. Membiasakan Menulis dengan Bahasa Inggris

Writing merupakan salah satu kemampuan dasar dalam bahasa Inggris yang harus dikuasai. Kemampuan ini juga sama pentingnya dengan reading, speaking, dan listening sehingga harus terus diasah karena semuanya penting dan dibutuhkan dalam dunia professional kerja maupun komunikasi sehari-hari dengan orang asing.

Sediakan buku catatan atau buku diary untuk menulis apa saja dalam bahasa Inggris. Cntohnya menulis agenda harian, pengalaman dalam satu hari, berita, review buku, atau artikel lainnya yang menurut kamu bisa ditulis untuk menambah ilmu dan wawasan.

6. Berteman dengan Orang Asing

Saat ini sudah tersedia banyak sekali aplikasi yang memungkinkan kamu untuk bertemu dengan orang asing secara virtual. Platform tersebut bisa kamu manfaatkan untuk menambah teman sekaligus menguji seberapa bagus kemampuan kamu dalam berbicara bahasa Inggris.

Cara ini akan melatih kemampuan speaking agar semakin bagus. Jalin pertemanan dengan orang asing yang dalam kesehariannya menggunakan bahasa Inggris sehingga kamu bisa belajar bagaimana berkomunikasi dengan native speaker. Kamu pun akan terpacu untuk terus meningkatkan kosakata dan grammar structure agar bisa ngobrol dengan orang asing melalui aplikasi.

7. Merekam Suara dan Mendengarkannya

Jika merasa belum percaya diri untuk ngobrol dan berkomunikasi dengan orang asing secara langsung, maka kamu bisa mencoba berbicara sendiri menggunakan bahasa Inggris lalu merekamnya. Gunakan fitur rekam yang ada di smartphone agar lebih praktis.

Setelah selesai merekam, coba dengarkan kembali rekaman tersebut dan cek apakah ada kata-kata yang masih salah, terdengar lirih atau ragu untuk diucapkan. Selain itu, cara ini juga akan membuat kamu belajar untuk mengucapkan kosakata dalam bahasa Inggris dengan pronunciation dan intonasi yang benar.

8. Berlatih Setiap Hari

Dalam bahasa Inggris ada 16 tenses yang harus dipelajari dengan fungsi dan rumus yang berbeda-beda. Salah satu kendala utama bagi pemula dalam mempelajari bahasa ini adalah kesulitan menerapkan grammar tersebut.

Cara agar lebih mudah memahami dan menguasai structure grammar adalah dengan melatihnya setiap hari. Coba buat kalimat dan paragraf dengan berbagai tenses agar kamu terbiasa. Pahami fungsi dari masing-masing tenses tersebut dan aplikasikan pada saat menulis maupun berbicara.

Buat target untuk membuat setidaknya 10 kalimat dalam bentuk positif, negative, dan affirmative untuk masing-masing tenses setiap hari. Semakin sering membuat contoh kalimat, maka kamu pun akan semakin terbiasa.

9. Kursus Bahasa Inggris

Jika masih merasa kesulitan untuk belajar sendiri secara otodidak, maka kamu bisa mengambil kursus bahasa Inggris. Karena di tempat kursus, kamu akan mendapatkan tutor yang sudah ahli di bidangnya untuk mengajari dan memberi pemahaman dengan mudah.

Salah satu rekomendasi untuk belajar bahasa Inggris secara aktif bisa dengan klik di sini. Setiap hari kamu akan diharuskan untuk berbicara dalam bahasa Inggris akan terbiasa hingga lancar dan fasih.

Never Give Up and Always Learning Lead Fahmi Badres to be Successful in Netherland
Fahmy Badres at Jolo Fashion Group, Netherland

Fahmi Badres is one of the alumni of IGTC (International Garment Training Center) who graduated in year 2011 majoring Marketing, Merchandising, and Quality Assurance. Now, he is working as Product Manager/Fashion Developer at Jolo Fashion Group, Amsterdam, North Holland, Netherland, Europe.

He is handling NONO and Nobell Kids wear starting from salesman sample until bulk production. But, nevertheless also involved in creative part helping the designer making ccollections book, overview supplier, and editing photo of the photoshoot.

Here are his story how he started his career in Indonesia after graduating from IGTC until become a success person abroad.

How did you start your career in Netherland?

I started the job after graduating from IGTC as Quality Assurance in factory in Subang for around 1,5 years. Actually, I wanted to be Merchandiser at that time and had refuse that position because I fell like that job didn’t fit me. But, I kept the job as it is and worked professionally at that time.

However, it leads me to gain more experience. After finished the contract, I went back to hometown and got the job that I wanted as a Merchandiser in a factory. But, after some times I decided to join the family business, which is a home industry that’s running for the garment (mukena).

Before I started the school, I tried to apply for scholarships to study abroad, but I failed. I didn’t give up and kept saving money and I decided to go abroad, to visit my family and to study in Netherland. My very first job experience in Netherland was as a Hotel receptionist.

I studied in ROC van Amsterdam majoring in Fashion Developer (Jeans school, specific as denim developer) for an international course which is similar to IGTC one year course that gives specific garment subjects. After finished the study, I work as MD fashion development at Jolo Fashion Group.

What is your position and job description in that company now? What brand do you handle?

I work as a Merchandiser at Jolo Fashion Group, handling for NONO and Nobell’s kids wear. I am responsible for salesman sample, AP, and PP sample which includes giving a fitting and workmanship comment, until the bulk production.

I made a collection book, did photoshop of the photoshoot, and making an overview supplier. I like it the most when we are having a photoshoot session. We are a girl kids brand, it’s so much fun looking at a kid doing their action in front of the camera. They are adorable and cute!

What is your motivation working in Netherland? Why not other countries?

First, I really want to work abroad and it was my dream since long time ago. Why I choose Netherland? I traveled to some European countries, such as France, Belgium, Luxemburg, Germany, Spain, etc. But, I found the Netherland is more homie since I could fin lots of Indonesian and any Indonesian food.

It’s maybe because the Netherlands was colonial with Indonesia for around 3,5 centuries. I could found tempeh, tofu, kerupuk, varieties of sambals, and lots of Indonesian dishes. It makes me feel comfortable and like a home here. Once I miss my hometown or my country, I can eat Indonesian foods at there.

In which country do you handle the production?

We pass the order for bulk production in Chinas. Hopefully we can give the order to factory in Indonesia also one day.

How is the difference between working in Indonesia and Netherland?

There are no significant differences between working in Fashion Industry in Indonesia and in Netherland since it is in the same field in fashion. The difference is just I’m working as the buyer and I am responsible for the decision that I and my team made for the product that we develop into the finished garment in the shop.

The working environment is more relaxed in Netherlands. We work for fun and we do what we love. Of course, there is pressure in any job, but it is we do it as our responsibilities. There is no boss here, but there is a team that supports each other.

The working time is also flexible, I need to work 8 hours a day including the break times, I could choose the working time in anytime before 10.00 am. For example, if I start the job at 07.00 am in the morning then I could leave at 03.00 pm. If starts at 10.00 am then I should leave at 06.00 pm.

We are responsible for the working times ourselves. We can work at home also or anywhere sometimes.

Did you feel culture shock in Netherland?

Culture shock? Of course yes, because we come from different country and culture. But I can’t tell much here. Hehe.

Could you give some words or motivation to all of students in IGTC-Indo?

First, Keep learning.

Do not stop learning new stuff. Well, at my age I’m still learning new stuff, it’s good to improve our skills. At the moment I struggle with the language here, but I don’t stop learning the language which is Dutch something very new for me, even though the daily work communication in the office is English.

Second, Don’t give up.

Do not easily give up on what you have right now, be grateful, and keep trying to achieve your goal in a professional way. In my experience, I didn’t give up on what I had in my first job as Quality Assurance before. I gained experience from that to achieve to goals that I wanted as a merchandiser, but I kept dreaming until I could do to Netherland.

Third, Chase your dreams.

I dreamed to work abroad and I kept those dreams as a motivation, and I gave all the efforts and belief in myself that those dreams will come true.